BOGOR, 28 AGUSTUS 2026 — Siapa sangka hasil tani yang sederhana dapat diolah menjadi produk yang unik, menarik dan memiliki nilai jual tinggi?
Semangat inilah yang menjadi salah satu kekuatan UMKM Asri 27 melalui brand Loka Bumi, yang resmi diluncurkan pada Rabu, 26 Agustus 2026 di Balai RW 27, Desa Tanjung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Bogor.
Loka Bumi lahir dari kreativitas masyarakat melalui KRL Asri 27, yang sejak berdiri pada 2019 terus mengembangkan berbagai kegiatan berbasis lingkungan, pertanian dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui sinergi Kelompok Wanita Tani (KWT), Hidroponik, Bank Sampah dan Daur Ulang, berbagai potensi yang ada di lingkungan masyarakat dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah.

HASIL TANI DIOLAH, KREATIVITAS DIKEMBANGKAN
Salah satu keunikan Loka Bumi terletak pada kemampuannya mengolah hasil tani menjadi produk yang tidak biasa.
Moringa Sticks menjadi salah satu inovasi dari tanaman kelor. Nangka dikembangkan menjadi abon nangka dan bolen nangka, sementara kangkung diolah menjadi keripik kangkung dan bayam Brazil dikembangkan menjadi keripik bayam Brazil.
Selain itu, Loka Bumi juga mengembangkan berbagai produk herbal, minuman fermentasi, juice sayur, aneka makanan olahan dan frozen food dari potensi hasil tani.
Produk-produk tersebut tidak hanya mengandalkan bahan lokal, tetapi juga mendapatkan sentuhan inovasi, pengolahan, branding dan kemasan premium sehingga memiliki tampilan yang lebih menarik dan siap diperkenalkan ke pasar yang lebih luas.
Ketua UMKM Asri 27 sekaligus penggagas konsep Loka Bumi, Dwi Kartika Fitri, mengatakan bahwa inovasi menjadi kunci agar hasil tani memiliki nilai tambah.
“Kami ingin mengubah cara pandang bahwa hasil tani tidak harus berhenti sebagai bahan mentah atau produk yang biasa. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, bahan yang sederhana bisa menjadi produk yang unik, menarik dan memiliki nilai jual. Kami ingin Loka Bumi tumbuh menjadi brand lokal yang memiliki kualitas dan mampu bersaing hingga pasar nasional,” ujar Dwi Kartika.
Ketua KWT Asri 27, Ibu Jumini, menambahkan bahwa potensi hasil tani di sekitar masyarakat sangat besar untuk dikembangkan.

“Bahan yang sederhana bukan berarti nilainya sederhana. Dengan pengolahan, inovasi dan branding yang tepat, hasil tani bisa menjadi produk yang lebih menarik, bernilai jual dan memiliki peluang pasar yang lebih luas,” ujar Jumini.
EMPAT LOKA, SATU KESATUAN
Untuk mengakomodasi keberagaman kreativitas masyarakat, Loka Bumi dikembangkan dalam empat lini yang saling melengkapi:
LOKA RAMU
Mengangkat tanaman dan herbal menjadi berbagai produk olahan kreatif.
LOKA HAYATI
Mengembangkan potensi hasil budidaya, hasil tani dan inovasi berbasis bahan alami.
LOKA RASA
Menghadirkan aneka makanan dan minuman inovatif berbahan hasil tani dan bahan lokal.
LOKA LESTARI
Membawa semangat kelestarian melalui kreativitas Bank Sampah dan Daur Ulang.
Meski memiliki karakter berbeda, seluruh lini tersebut tetap berada dalam satu identitas dan visi besar Loka Bumi: mengolah potensi menjadi sesuatu yang bernilai, bermanfaat dan berkelanjutan.

Ketua KRL Asri 27, Damidi, mengatakan hadirnya UMKM menjadi langkah penting dalam perjalanan KRL Asri 27.
“Saatnya KRL Asri 27 naik kelas dengan UMKM-nya. Kami berharap apa yang dilakukan masyarakat ini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan dampak nilai ekonomi bagi para pengurus dan warga setempat,” ujar Damidi.

Sementara itu, Ketua RW 27, Bapak Udin Wahyudin, mengapresiasi kreativitas masyarakat, khususnya para ibu yang mampu mengembangkan hasil tani dan potensi lingkungan menjadi berbagai produk inovatif.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi besar untuk berkembang apabila diberikan ruang dan dukungan.
Loka Bumi juga mendapat dukungan sarana melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB).
Dari sisi lingkungan, kreativitas Daur Ulang juga menjadi bagian dari ekosistem Loka Bumi. Berbagai material seperti kain perca dan bungkus kopi dikembangkan menjadi produk kreatif seperti tas, topi dan tempat tisu, sekaligus membuka peluang inovasi baru ke depannya.
Loka Bumi kini siap bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas produk, mengembangkan inovasi, memperkuat branding dan memperluas pemasaran.
Perjalanan Loka Bumi dimulai dari hasil tani dan kreativitas masyarakat di RW 27.
Namun cita-citanya jauh lebih besar:
MENGUBAH POTENSI LOKAL MENJADI PRODUK BERKELAS DAN BERDAYA SAING NASIONAL.
LOKA BUMI — LESTARI & BERDAYA
🌐 Website: www.lokabumi.com
📱 Instagram: @lokabumi_id
