BOGOR, 28 AGUSTUS 2026 — Tidak sekadar menghasilkan produk untuk dijual, UMKM Asri 27 melalui brand Loka Bumi membawa visi untuk menciptakan produk lokal yang berkualitas, bermanfaat, inovatif dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Brand yang lahir dari sinergi KRL Asri 27, RW 27, Desa Tanjung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, tersebut resmi diluncurkan pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Balai RW 27.
Loka Bumi mengembangkan potensi dari empat divisi KRL Asri 27, yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT), Hidroponik, Bank Sampah dan Daur Ulang, menjadi sebuah ekosistem produk yang memiliki satu identitas.

Beragam produk dikembangkan dengan mengutamakan pemanfaatan bahan lokal dan hasil tani, antara lain produk kering turunan tanaman herbal TOGA yang diolah menggunakan dehidrator, minuman fermentasi, juice sayur, aneka keripik, makanan frozen, serta berbagai karya kreatif dari material yang dimanfaatkan kembali melalui lini Loka Lestari.
Ketua UMKM Asri 27 sekaligus penggagas konsep Loka Bumi, Dwi Kartika Fitri, mengatakan bahwa kualitas menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan Loka Bumi.
“Kami ingin Loka Bumi bukan sekadar menjadi brand yang memiliki banyak produk. Kami ingin setiap produk memiliki kualitas, manfaat dan identitas yang jelas. Bahan lokal dan hasil tani kami kembangkan menjadi produk yang lebih bernilai, dengan proses pengolahan dan kemasan yang baik. Di saat yang sama, kami ingin tetap membawa prinsip ramah lingkungan,” ujar Dwi Kartika.
Menurut Dwi, Loka Bumi juga ingin membangun pola pikir bahwa produk lokal dapat memiliki standar dan tampilan yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Target kami ke depan adalah terus meningkatkan kualitas sehingga produk Loka Bumi tidak hanya dikenal di lingkungan sendiri, tetapi mampu masuk ke pasar yang lebih luas dan suatu saat dapat diterima di tingkat nasional,” tambahnya.
Ketua KWT Asri 27, Ibu Jumini, mengatakan bahwa hasil tani memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai tambah.
“Bahan yang sederhana bukan berarti nilainya sederhana. Dengan pengolahan, inovasi dan branding yang tepat, hasil tani bisa menjadi produk yang lebih menarik, bernilai jual dan memiliki peluang pasar yang lebih luas,” ujar Jumini.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pengolahan bahan tanaman menjadi produk kering menggunakan dehidrator. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya menghasilkan produk yang lebih praktis sekaligus mempertahankan karakter dan kualitas bahan dengan proses pengolahan yang tepat.
Dari sisi lingkungan, Ibu Wuri Wulandari, Ketua Divisi Bank Sampah, mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Loka Bumi.

“Kami ingin membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah dari rumah. Sampah yang masih memiliki nilai jangan langsung dianggap sebagai sesuatu yang tidak berguna. Dengan pengelolaan yang baik, kita bisa mengurangi limbah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wuri Wulandari.
Semangat tersebut kemudian dikembangkan lebih jauh oleh Divisi Daur Ulang melalui Loka Lestari.
Ketua Divisi Daur Ulang, Ibu Wia, mengatakan bahwa kreativitas dapat menjadi jembatan antara kepedulian lingkungan dan nilai ekonomi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa material yang sudah tidak terpakai masih bisa memiliki kehidupan kedua. Melalui kreativitas dan keterampilan, barang bekas dapat diolah menjadi karya yang memiliki fungsi, nilai estetika dan nilai ekonomi. Ini menjadi bagian dari semangat Loka Lestari untuk menjaga lingkungan,” ujar Wia.
Sementara itu, Ketua KRL Asri 27, Damidi, melihat pengembangan Loka Bumi sebagai langkah penting dalam membawa kegiatan masyarakat ke tingkat yang lebih produktif.
“Saatnya KRL Asri 27 naik kelas dengan UMKM-nya dan diharapkan bisa memberikan dampak nilai ekonomis kepada para pengurus dan warga setempat,” ujar Damidi.
Loka Bumi tidak hanya menempatkan kesehatan, kualitas produk dan lingkungan sebagai nilai yang berdiri sendiri, tetapi berusaha menggabungkannya dalam satu ekosistem.
Konsep tersebut diwujudkan melalui empat lini Loka Ramu, Loka Hayati, Loka Rasa dan Loka Lestari yang memiliki karakter berbeda, namun tetap berada dalam satu identitas Loka Bumi.
Loka Ramu berfokus pada olahan herbal dan tanaman, Loka Hayati mengangkat potensi hasil budidaya dan inovasi berbasis bahan alami, Loka Rasa menghadirkan produk pangan dan minuman, sedangkan Loka Lestari membawa pesan kelestarian melalui kreativitas Bank Sampah dan Daur Ulang.
Dengan konsep tersebut, Loka Bumi ingin membangun rantai nilai:
DARI ALAM → DIOLAH DENGAN BAIK → MENJADI PRODUK BERKUALITAS → MEMBERI MANFAAT → TETAP MENJAGA LINGKUNGAN
Pengembangan Loka Bumi mendapat dukungan sarana melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat.
Kehadiran Loka Bumi juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak sebagai bentuk kreativitas masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, pemberdayaan warga, inovasi produk dan kepedulian terhadap lingkungan.

Ke depan, Loka Bumi siap bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas produk, mengembangkan inovasi, memperkuat branding serta memperluas jaringan pemasaran.

Berangkat dari masyarakat RW 27, Loka Bumi membawa satu cita-cita: menciptakan produk lokal yang berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat, ramah terhadap lingkungan dan mampu tumbuh hingga dikenal secara nasional.
LOKA BUMI
Lestari & Berdaya
🌐 Website: www.lokabumi.com
📱 Instagram: @lokabumi_id
